Jumat, 12 September 2014

Laki-Laki Itu

Entah sejak kapan aku mulai merasakan perasaan ini.
Perasaan yang tak asing lagi bagiku tetapi untuk seorang laki-laki yang berbeda, bukan untuk seorang laki-laki dari masa laluku, tetapi juga bukan untuk seorang laki-laki yang bahkan aku tak sanggup mengatakan kalau dia laki-laki masa depanku.

Perasaan ini dengan lancang muncul secara tak tepat
Perasaan ini muncul dengan secara tiba-tiba tanpa bisa aku cegah

Perasaan ini muncul dan saat aku sadari itu aku tak sanggup menghilangkannya walaupun sungguh aku tak berhak punya perasaan ini ke laki-laki itu. Laki-laki itu sudah mempunyai bidadari dalam hidupnya, yang begitu sempurna. Mereka begitu romantic dan saling melengkapi, aku bahkan merasa tak tau diri bahkan hanya karna mempunyai perasaan ini.
Entah sejak kapan aku begitu nelangsa dan tak berani untuk mendekati laki-laki itu. Hanya untuk memperlihatkan kalau aku ada. Tetapi aku tau dan sadar laki-laki itu tak bisa dekat denganku bahkan hanya untuk meraihnyapun aku tak bisa.

Bidadarinya… membuat aku seperti upik abu.
Bidadarinya… membuat aku merasa seakan dia berkata aku tak pantas meraih laki-laki itu
Bidadarinya… begitu sempurna.

Lali-laki itu berhasil membuatku tak berdaya, laki-laki itu berhasil membuatku putus asa, laki-laki itu berhasil membuatku menyerah bahkan sebelum aku berjuang.
Aku tau seandainya yang aku sukai bukan laki-laki itu aku pasti langsung berusaha mendekatinya tanpa perlu memikirkan kalau dia sudah milik orang lain. Tetapi aku sekarang tak sanggup begitu, aku tak tau kenapa dia berhasil membuatku hanya menyukainya secara diam-diam.

Aku terlalu menyukainya dan tak sanggup untuk meraihnya karena dia tak teraih. Dia begitu jauh dari aku, dia begitu dekat dengan bidadarinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar