Entah sejak kapan aku
mulai merasakan perasaan ini.
Perasaan yang tak asing
lagi bagiku tetapi untuk seorang laki-laki yang berbeda, bukan untuk seorang
laki-laki dari masa laluku, tetapi juga bukan untuk seorang laki-laki yang
bahkan aku tak sanggup mengatakan kalau dia laki-laki masa depanku.
Perasaan ini dengan
lancang muncul secara tak tepat
Perasaan ini muncul
dengan secara tiba-tiba tanpa bisa aku cegah
Perasaan ini muncul dan
saat aku sadari itu aku tak sanggup menghilangkannya walaupun sungguh aku tak
berhak punya perasaan ini ke laki-laki itu. Laki-laki itu sudah mempunyai
bidadari dalam hidupnya, yang begitu sempurna. Mereka begitu romantic dan
saling melengkapi, aku bahkan merasa tak tau diri bahkan hanya karna mempunyai
perasaan ini.
Entah sejak kapan aku
begitu nelangsa dan tak berani untuk mendekati laki-laki itu. Hanya untuk
memperlihatkan kalau aku ada. Tetapi aku tau dan sadar laki-laki itu tak bisa
dekat denganku bahkan hanya untuk meraihnyapun aku tak bisa.
Bidadarinya… membuat
aku seperti upik abu.
Bidadarinya… membuat
aku merasa seakan dia berkata aku tak pantas meraih laki-laki itu
Bidadarinya… begitu
sempurna.
Lali-laki itu berhasil
membuatku tak berdaya, laki-laki itu berhasil membuatku putus asa, laki-laki
itu berhasil membuatku menyerah bahkan sebelum aku berjuang.
Aku tau seandainya yang
aku sukai bukan laki-laki itu aku pasti langsung berusaha mendekatinya tanpa
perlu memikirkan kalau dia sudah milik orang lain. Tetapi aku sekarang tak
sanggup begitu, aku tak tau kenapa dia berhasil membuatku hanya menyukainya
secara diam-diam.
Aku terlalu menyukainya
dan tak sanggup untuk meraihnya karena dia tak teraih. Dia begitu jauh dari
aku, dia begitu dekat dengan bidadarinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar