Sabtu, 05 Oktober 2013

Aku benar" Menyayanginya

 Tuhan…

Sungguh aku benar-benar menyayanginya.Tak tau apakah itu cukup untuk menggambarkannya.
Aku sayang padanya…bahkan aku bisa mengesampingkan semua hal yang dia perbuat untuk menyakitiku.
Aku sayang padanya seperti Pagi Hari menyayangi sang embun pagi.Aku memang bukan wanita tercantik dikehidupannya,Aku memang bukan wanita terpintar dikehidupannya..

Tuhan…

Tapi Bukankah Bintang memerlukan gelap untuk bersinar?
Bukankah Pelangi memerlukan Hujan untuk mucul?
Bahkan berlian’pun harus digosok dan ditempa supaya terlihat cantik?
 Aku memerlukan Gelap unuk bersinar
 Aku memerlukan Hujan untuk Muncul
 Aku memerlukan sakit untuk terlihat cantik
Aku bisa bersinar disisi gelapnya..
Aku bisa muncul ketika sedihnya..
Aku bisa cantik ketika dia menyakitiku..

Tuhan…

Yang aku butuhkan sekarang adalah Dia,Dia yang berada disisiku bukannya menjauh dan mengatakan masih sayang..

Tuhan…

Aku bahkan lebih memilih dia menyakitiku asal berada disisiku..
 Agar aku bisa melihatnya..
 Agar aku bisa menyentuhnya..
 Agar aku bisa !

Memang benar berpisah adalah Pilihanku,tetapi maksutku agar bisa belajar untuk mempertahankan aku..Tetapi tetap sama saja Tuhan,dia tidak mengerti dia tidak mempertahankan aku.

Tuhan…

Apa dia tidak tau ada ungkapan “wanita itu suka dikejar dan dipertahankan?”.Kami sama-sama saling mengaku masih sayang tetapi tidak bisa bersama-sama lagi..Hal itu ditamengi oleh Ego kami masing-masing.Dia menganggap dia sudah berusaha mempertahankan aku..tetapi menurutku itu kurang.

Tuhan…

Hal ini bahkan lebih menyakitkan dari pada Perpisahan yang Real.Kami seperti terpisahkan oleh sebuah cermin..dapat melihat satu sama lain,dapat mengucapkan sayang tetapi tidak dapat saling menyatu…

Tuhan…

Haruskah ada yang memecahkan cermin ini supaya kami bisa melangkah dan saling menyatu??
                                



Tidak ada komentar:

Posting Komentar