Sungguh aku benar-benar
menyayanginya.Tak tau apakah itu cukup untuk menggambarkannya.
Aku sayang padanya…bahkan aku bisa
mengesampingkan semua hal yang dia perbuat untuk menyakitiku.
Aku sayang padanya seperti Pagi
Hari menyayangi sang embun pagi.Aku memang bukan wanita tercantik
dikehidupannya,Aku memang bukan wanita terpintar dikehidupannya..
Tuhan…
Tapi Bukankah Bintang memerlukan
gelap untuk bersinar?
Bukankah Pelangi memerlukan Hujan
untuk mucul?
Bahkan berlian’pun harus digosok
dan ditempa supaya terlihat cantik?
Aku memerlukan Gelap unuk bersinar
Aku memerlukan Hujan untuk Muncul
Aku memerlukan sakit untuk terlihat cantik
Aku bisa bersinar disisi gelapnya..
Aku bisa muncul ketika sedihnya..
Aku bisa cantik ketika dia
menyakitiku..
Tuhan…
Yang aku butuhkan sekarang adalah
Dia,Dia yang berada disisiku bukannya menjauh dan mengatakan masih sayang..
Tuhan…
Aku bahkan lebih memilih dia
menyakitiku asal berada disisiku..
Agar aku bisa melihatnya..
Agar aku bisa menyentuhnya..
Agar aku bisa !
Memang benar berpisah adalah
Pilihanku,tetapi maksutku agar bisa belajar untuk mempertahankan aku..Tetapi
tetap sama saja Tuhan,dia tidak mengerti dia tidak mempertahankan aku.
Tuhan…
Apa dia tidak tau ada ungkapan
“wanita itu suka dikejar dan dipertahankan?”.Kami sama-sama saling mengaku
masih sayang tetapi tidak bisa bersama-sama lagi..Hal itu ditamengi oleh Ego
kami masing-masing.Dia menganggap dia sudah berusaha mempertahankan aku..tetapi
menurutku itu kurang.
Tuhan…
Hal ini bahkan lebih menyakitkan
dari pada Perpisahan yang Real.Kami seperti terpisahkan oleh sebuah
cermin..dapat melihat satu sama lain,dapat mengucapkan sayang tetapi tidak
dapat saling menyatu…
Tuhan…
Haruskah ada yang memecahkan cermin
ini supaya kami bisa melangkah dan saling menyatu??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar